Tiakur, Balobe.com – Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Maluku Barat Daya, Ridolof Loimalitna, menghadiri peluncuran tiga program strategi pemberdayaan masyarakat di Pasar Ikan Tiakur, Hnyioli Lieta, SKPT Moa, Selasa (21/10/2025). Kegiatan ini menandai upaya kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi permasalahan ekonomi dan pendidikan di wilayah kepulauan terpencil.

Tiga program yang diluncurkan secara bersamaan meliputi Strategi Pemberdayaan Ekonomi Pemuda Melalui Kolaborasi Menuju Beta Mandiri, Strategi Mengatasi Anak Putus Sekolah Melalui Kolaborasi Pentahelik dengan nama “Siapa Merasa”, dan Strategi Kolam Perak yang bertujuan mengubah Kolam Labuh menjadi pelabuhan rakyat. Peluncuran ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, hingga organisasi kepemudaan.
Program Beta Mandiri dirancang untuk meningkatkan kemandirian ekonomi pemuda melalui pelatihan kewirausahaan dan akses permodalan. Sementara itu, program Siapa Merasa menggunakan pendekatan kolaborasi pentahelik yang melibatkan pemerintah, sejarawan, pelaku bisnis, media, dan masyarakat untuk menekan angka putus sekolah yang masih tinggi di Maluku Barat Daya. Adapun Strategi Kolam Perak difokuskan pada pengembangan infrastruktur pelabuhan rakyat guna melancarkan distribusi hasil tangkapan nelayan lokal.
“Kehadiran GMNI dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami terhadap pembangunan daerah, khususnya pemberdayaan pemuda dan masyarakat di wilayah terluar Indonesia,” ujar Ridolof Loimalitna usai menghadiri acara peluncuran.
Pemilihan lokasi di Pasar Ikan Tiakur bukan tanpa alasan. Kawasan ini menjadi pusat aktivitas ekonomi nelayan sekaligus simbol potensi maritim yang belum tergarap maksimal. Dengan tiga program terintegrasi ini, diharapkan Maluku Barat Daya dapat menjadi contoh pembangunan berbasis kolaborasi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat lokal. (BN-26)




























Komentar