TIAKUR, Balobe.com – Pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat Kabupaten Maluku Barat Daya telah mencapai progres 80 persen dengan batas waktu penyelesaian 19 Februari 2026. Dinas Kesehatan setempat telah mengeluarkan surat teguran kepada kontraktor untuk menambah tenaga kerja agar proyek bernilai hampir Rp15 miliar ini dapat selesai tepat waktu.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Barat Daya, Marthen Rahakbauw, mengatakan pihaknya tengah mengawasi ketat penyelesaian proyek yang menggunakan Dana Anggaran Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025 ini. Proyek yang dikerjakan PT. Delima Utama dengan konsultan pengawas CV. Idea Morry Engineering ini memiliki nilai kontrak Rp14.947.832.988.
Saat ini, masa adendum kontrak akan berakhir pada 19 Februari 2026. Untuk memastikan penyelesaian tepat waktu, Dinkes telah menyurati kontraktor agar menambah tenaga kerja dan waktu operasional.
“Ini masa adendum sampai tanggal 19 Februari 2026 dan kami sudah menyampaikan surat teguran kalau seandainya tidak ada penambahan tenaga, tidak ada penambahan waktu kerja. Tergantung pada aturan, kalau bilang putus kontrak ya putus kontrak, tetapi kalau ada aturan bahwa ada adendum kedua ya kita laksanakan selesaikan pekerjaan,” tegas Marthen Rahakbauw kepada BalobeNews di ruang kerjanya, Selasa (3/2/2026).
Proyek Laboratorium Kesehatan Masyarakat ini menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan di MBD. Fasilitas ini diharapkan dapat menunjang pemeriksaan kesehatan masyarakat yang selama ini masih terbatas.
Dengan waktu tersisa kurang dari dua minggu, pihak kontraktor diharapkan dapat mengejar keterlambatan dan menyelesaikan 20 persen pekerjaan yang tersisa sesuai kontrak nomor 645/37/SP-PBLKM/DAK/DINKES/VIII/2025. (*enos)














Komentar