TIAKUR, Balobe.com – Stok bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) habis sejak pekan lalu menyusul terhalangnya kapal pengangkut BBM Landen berlayar akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi. Kondisi ini memaksa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setempat menghentikan penjualan BBM hingga waktu yang belum dapat dipastikan.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten MBD, Imanuel J. Maupula, mengatakan kelangkaan BBM terjadi karena Kapal Landen yang bertugas mendistribusikan BBM ke Pulau Moa tertahan di Pelabuhan Saumlaki dalam waktu lama. Pasca pasokan terakhir pada 2 Januari 2026, kapal baru diizinkan berangkat kembali dari Pelabuhan Tepa menuju Saumlaki pada 23 Januari 2026. Setelah mengisi BBM, kapal tersebut baru mendapat izin berlayar pada 29 Januari 2026 sore hari menuju Pulau Moa.
Maupula menyebut kondisi cuaca ekstrem sepanjang Januari menjadi kendala utama distribusi BBM. Gelombang tinggi dan cuaca buruk membuat otoritas pelabuhan tidak memberikan izin berlayar demi keselamatan awak kapal dan muatan. Akibatnya, terjadi kekosongan pasokan BBM hampir sebulan penuh di Pulau Moa.
“Setelah saya konfirmasi dengan pihak SPBU, Kapal Landen yang mengangkut BBM sudah berangkat menuju Pulau Moa dan bertolak dari Pelabuhan Saumlaki pada Kamis kemarin. Diperkirakan akan tiba Sabtu atau Minggu tergantung cuaca. Maka setelah tiba di Moa, kemungkinan hari Senin SPBU sudah melakukan penjualan BBM,” Penjulan BBM diperkirakan akan ada pada Senin, 02 Februari 2026,” kata Maupula kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (30/1/2026).
Ia menambahkan, rentang waktu panjang antara pasokan terakhir hingga keberangkatan kapal berikutnya murni disebabkan kondisi alam yang tidak dapat diprediksi. Menurutnya, pihak terkait telah berupaya mengantisipasi kelangkaan, namun keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama.
“Diantara waktu panjang itu tidak ada ruang untuk Kapal Landen pengangkut BBM bisa keluar untuk membawa minyak. Jadi sudah ini kondisi cuaca yang terjadi dan ini di luar nalar manusia, bukan tidak diantisipasi tetapi memang tidak ada jalan,” tegasnya. (*enos)















Komentar