TIAKUR, Balobe.com – Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya terus mendorong optimalisasi Program Tol Laut 2026 untuk menjamin distribusi barang kebutuhan pokok ke wilayah kepulauan. Namun, kuota kontainer yang tersedia dinilai belum mampu melayani seluruh pengguna jasa secara optimal.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UMKM MBD, William Renjaan, menjelaskan pada 2026 terdapat dua trayek Tol Laut yang beroperasi melayani MBD, yakni Trayek T-12 dan T-16 dengan pelabuhan pangkalan Tanjung Perak, Surabaya. Trayek T-12 melayani rute Tanjung Perak–Kisar–Letti–Moa–Ilwaki, sedangkan T-16 melayani rute Tanjung Perak–Tepa–Larat. Kedua trayek dioperasikan perusahaan pelayaran nasional dengan jadwal kedatangan kapal satu kali sebulan.
Pemerintah menetapkan kuota kontainer untuk lima pelabuhan di MBD dengan total 51 kontainer berkapasitas 20 ton. Rinciannya, Pelabuhan Kisar 10 kontainer, Letti 6 kontainer, Moa 25 kontainer, Ilwaki 3 kontainer, dan Tepa 7 kontainer. Program ini mengangkut barang kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, tepung terigu, hingga bahan bangunan sesuai Perpres 71/2015 dan Permendag 53/2020.
Kendala utama muncul dari keterbatasan kuota. Dengan biaya sewa kontainer berkisar Rp 8,1 juta hingga Rp 8,5 juta per unit, sebanyak 85 consignee bersaing memanfaatkan layanan ini. “Kuota kontainer yang tersedia belum mencukupi, sehingga diperlukan penambahan agar seluruh pengguna jasa dapat terlayani secara optimal,” kata Renjaan dalam rapat di Kantor Bupati MBD, Jumat (23/1/2026).
Tantangan lain adalah kemampuan finansial pengusaha lokal yang terbatas. Sebagian besar hanya mampu membiayai satu hingga dua kontainer setiap pengiriman.
“Para pengguna jasa Tol Laut diharapkan memanfaatkan program ini secara lebih optimal, mengingat adanya subsidi pemerintah yang sangat membantu dalam memenuhi ketersediaan barang sekaligus menekan disparitas harga di wilayah Kabupaten MBD,” ujar Renjaan.
Dinas PerindagkopUMKM MBD berharap penambahan kuota dapat direalisasikan untuk meningkatkan jangkauan layanan dan mendukung stabilitas harga di wilayah kepulauan yang kerap mengalami kesenjangan harga akibat biaya logistik tinggi. (*enos)















Komentar