TIAKUR, Balobe.com – Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Maluku Barat Daya memberlakukan pembatasan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Sumber Mas Manise Moa, Kota Tiakur. Langkah ini diambil menyusul menipisnya stok BBM akibat kondisi cuaca ekstrem yang menghambat distribusi.
Pembatasan dilakukan dengan memangkas jam operasional SPBU, yang kini hanya beroperasi pukul 08.00 hingga 15.00. Selain itu, volume pembelian juga dibatasi: 5 liter untuk sepeda motor dan 10 liter untuk mobil. Meski demikian, belum ada pembatasan dari sisi penjualan ton per hari, yang masih berkisar 5-6 ton, turun dari kondisi normal yang bisa mencapai 7-8 ton saat terjadi isu kelangkaan.
Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda MBD, Imanuel Maupula, menjelaskan kondisi stok BBM di SPBU per Jumat (23/1/2026) tercatat 31 ton Pertamax dan 20 ton Dexlite, dengan total 51 ton. “Hal ini kita batasi akibat dari kuota BBM di SPBU semakin menipis. Ini sudah menjadi kebijakan beta dengan pihak SPBU supaya kita membatasi ini agar tidak terjadi kekosongan BBM,” ujarnya saat diwawancarai BalobeNews melalui telepon WhatsApp, Jumat (23/1/2026).
Penyebab utama penipisan stok adalah kondisi laut yang tidak bersahabat dan cuaca ekstrem, sehingga kapal-kapal dilarang berlayar. Maupula menyebut, kebijakan pembatasan ini ditempuh untuk memastikan ketersediaan BBM tetap ada meski masyarakat harus mengantri. “Biar antri, tetapi BBM tidak habis di SPBU,” tegasnya.
Untuk mengatasi kelangkaan, Pemkab MBD telah berkoordinasi dengan pihak SPBU terkait jadwal kedatangan pasokan BBM. Kapal Landen dijadwalkan berangkat dari Tepa menuju Saumlaki pada Jumat (23/1/2026) dan tiba keesokan harinya. Setelah mengisi BBM sebanyak 150 ton Pertamax dan 125 ton minyak tanah di Saumlaki, kapal diperkirakan langsung menuju Moa pada Senin (26/1/2026) tanpa singgah di Tepa dan Sermata.
“Kapal Landen keluar hari Senin tanggal 26 Januari 2026, bisa diperkirakan tiba di Pulau Moa hari Selasa 27 Januari atau hari Rabu 28 Januari 2026, BBM sudah masuk di Pulau Moa,” kata Maupula.
Sementara itu, penjualan BBM untuk pengencer dihentikan sementara hingga stok kembali normal. Maupula mengimbau masyarakat Kota Tiakur dan sekitarnya untuk tidak panik dengan isu kelangkaan yang beredar.
“Saya sebagai Kabag pastikan tidak terjadi kelangkaan. Saya lagi berupaya supaya BBM di SPBU itu stoknya selalu ada, walaupun terjadi antrian tetapi stok selalu ada, tetap tersedia,” ucapnya.
Ia juga meminta masyarakat memahami kondisi alam yang tak bisa diprediksi manusia.
“Jika alam tidak bersahabat, cuaca ekstrem, dan terjadi di luar rasional berdasarkan informasi dari BMKG serta kapal-kapal tidak berlayar, maka saya minta masyarakat jangan panik karena ini kondisi alam yang tidak bisa dibatasi oleh manusia,” pungkas Maupula. (*enos)















Komentar