TIAKUR, Balobe.com – Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) XV/Pattimura, Brigadir Jenderal TNI Dr. H. Nefra Firdaus Lubis, menegaskan bahwa pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan 913 di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) terus berjalan dan diharapkan segera rampung sehingga satuan baru tersebut dapat beroperasi secara optimal dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.

Pernyataan itu disampaikan Kasdam saat meninjau Markas Batalyon Teritorial Pembangunan 913 dan memberikan keterangan kepada wartawan di Kabupaten Maluku Barat Daya, Selasa, 9 Juni 2026.
Menurut Nefra, sebagai satuan baru, Batalyon Teritorial Pembangunan 913 masih memerlukan berbagai penyesuaian dan penataan, baik dari sisi infrastruktur maupun kesiapan personel.
“Karena ini satuan baru, Batalyon Teritorial Pembangunan 913 memang masih memerlukan penataan lebih lanjut. Saat ini pembangunan markas batalyon dan asrama prajurit masih dalam tahap progres dan kami berharap dapat segera diselesaikan,” kata Nefra.
Ia menjelaskan, saat ini sebagian personel masih menempati barak dan tenda sementara. Namun, dengan selesainya pembangunan fasilitas utama, para prajurit nantinya dapat tinggal dan bekerja dalam kondisi yang lebih layak.
“Mudah-mudahan pembangunan segera selesai sehingga prajurit yang saat ini masih tinggal di barak dan tenda dapat menempati fasilitas yang lebih baik. Semua ini membutuhkan proses dan penyesuaian waktu,” ujarnya.
Meski demikian, Kasdam memastikan program pembangunan yang menjadi bagian dari kebijakan Angkatan Darat, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kementerian Pertahanan akan terus dilanjutkan hingga batalyon tersebut benar-benar tertata dengan baik.
“Yang pasti, program dari Angkatan Darat, TNI, dan Kementerian Pertahanan tetap berjalan. Kami ingin satuan ini nantinya menjadi batalyon yang tertata rapi, profesional, dan siap melaksanakan tugas di Kabupaten Maluku Barat Daya,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Kasdam juga meninjau fasilitas pendukung yang telah dibangun, termasuk sarana penyediaan air bersih untuk kebutuhan personel.
Menurut dia, hasil pengeboran sumur di kawasan markas menunjukkan potensi sumber air yang sangat baik dengan debit yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan satu batalyon.
“Kondisi air di lokasi ini sangat baik. Dengan pengeboran sekitar 20 meter, debit air yang diperoleh cukup besar dan bersih. Ini sangat memadai untuk mendukung kebutuhan seluruh personel batalyon,” ujar Nefra.
Ia menambahkan, keberadaan Batalyon Teritorial Pembangunan 913 tidak hanya berfungsi sebagai satuan pertahanan, tetapi juga dirancang untuk mendukung pembangunan wilayah dan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai batalyon yang mengemban fungsi teritorial pembangunan, satuan tersebut akan berperan aktif membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan berbagai sektor strategis di Maluku Barat Daya.
“Satuan ini akan lebih banyak berkontribusi kepada pemerintah daerah dan masyarakat. Karena statusnya sebagai Batalyon Teritorial Pembangunan, maka tugasnya bukan hanya aspek pertahanan, tetapi juga membantu percepat akselerasi pembangunan di Kabupaten Maluku Barat Daya,” katanya.

Keberadaan batalyon tersebut diharapkan menjadi salah satu motor penggerak pembangunan di wilayah kepulauan terluar Indonesia, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan serta mempercepat pembangunan kawasan Maluku Barat Daya.
Dengan dukungan infrastruktur yang terus dibangun dan kesiapan personel yang semakin matang, Batalyon Teritorial Pembangunan 913 diproyeksikan menjadi kekuatan strategis yang tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga menjadi mitra pembangunan bagi masyarakat Maluku Barat Daya. *enos




























Komentar